Minut- Penguatan inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus didorong agar tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Minahasa Utara mencatat kenaikan signifikan pada capaian inovasi daerah. Skor capaian inovasi yang pada 2024 berada di angka 48,45 naik menjadi 65,68, lalu terus meningkat hingga mencapai 82.
Kepala BRIDA Minahasa Utara, dr. Stela Safitry M.Kes, mengatakan kenaikan itu tak lepas dari makin banyaknya inovasi yang dikembangkan organisasi perangkat daerah (OPD). Hal itu ia sampaikan dalam forum diskusi “BACERITA: Inovasi Daerah dalam Mendorong Program Kegiatan JG-KWL” yang digelar Profesional Wartawan Minahasa Utara (PROWM).
Menurut Stela, inovasi kini menjadi salah satu indikator yang ikut menentukan kinerja pimpinan OPD.
“Bapak Bupati menyampaikan bahwa kinerja pimpinan OPD diukur juga dengan inovasi,” ujar Stela.
Ia menjelaskan bahwa penilaian inovasi tidak hanya melihat jumlah program yang dibuat. Dampak dan manfaatnya bagi masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengukuran. Inovasi seperti SIGESIT dan SIGAP disebut sebagai contoh program yang diarahkan untuk mempercepat pelayanan publik.
“Inovasi-inovasi yang ada mempercepat layanan ke masyarakat,” tuturnya.
Stela menyebut BRIDA berperan mengoordinasikan dan memfasilitasi inovasi setiap OPD agar tetap sejalan dengan arah pembangunan Pemkab Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung.
“BRIDA mengoordinir dan pastinya memfasilitasi setiap inovasi yang ada,” katanya.
Untuk memperluas budaya inovasi di kalangan aparatur sipil negara (ASN), BRIDA juga menyiapkan kompetisi inovasi dalam rangkaian peringatan HUT Kabupaten Minahasa Utara. Stela mengajak setiap perangkat daerah memanfaatkan kesempatan itu untuk memperbanyak sekaligus meningkatkan mutu inovasi.
“Akan ada lomba inovasi para ASN dalam rangka HUT Minahasa Utara. Semakin banyak inovasi yang dimasukkan itu semakin baik,” ungkapnya.
Penguatan inovasi daerah juga ditempuh lewat kerja sama Pemkab Minahasa Utara dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurut Stela, kerja sama ini membuka peluang pengembangan sumber daya daerah lewat dukungan penelitian di berbagai sektor.
“Bupati juga ada kerjasama dengan BRIN dan itu mencakup berbagai bidang. Otomatis ketika para peneliti ada di Minut, mereka akan mengembangkan sumber daya yang ada di sini dan pasti mencakup banyak bidang,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PROWM Juent Mongkareng menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Minahasa Utara yang dinilai terus membuka ruang komunikasi dan sinergi dengan insan pers.
“Saya atas nama PROWM menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati bersama jajaran yang terus membuka ruang sinergitas sehingga kami wartawan yang ada boleh menyajikan setiap inovasi dan kemajuan Minahasa Utara,” katanya.
Forum diskusi tersebut dilanjutkan dengan rapat kerja PROWM yang dirangkaikan dengan pemilihan pengurus baru periode 2026-2028. Diskusi dimoderatori Ketua PWI Minahasa Utara, Deiby Malongkade, dan turut dihadiri jajaran ASN BRIDA Minahasa Utara.




Tinggalkan Balasan