MANADO — Sebuah momentum bersejarah tercipta di Hotel Luwansa Manado, Sabtu (13/6/2026), ketika Ketua Umum DPP Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), Dr. Anwar Hafid, M.Si., secara resmi melantik Dr. Joune Ganda, SE., M.Si. — Bupati Minahasa Utara — sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) MIPI Provinsi Sulawesi Utara untuk periode 2026–2031.

Pelantikan ini bukan sekadar agenda organisasi biasa. Sulawesi Utara menjadi provinsi pertama di Indonesia yang pengurus DPW MIPI-nya dilantik sejak Anwar Hafid memegang tampuk pimpinan di tingkat pusat, sebuah fakta yang menegaskan betapa seriusnya perhatian terhadap pengembangan ilmu pemerintahan di daerah ini.

Tak kalah menarik, pelantikan juga dirangkai dengan sebuah peluncuran karya tulis ilmiah. Joune Ganda memperkenalkan bukunya bertajuk Strategi Ganda: Pengembangan Kawasan Bitung Minahasa Manado di Era Daya Saing Global — sebuah gagasan cetak biru yang merancang integrasi kawasan “Bimindo” sebagai pusat pertumbuhan baru di sektor pariwisata super prioritas.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid — yang kini merangkap jabatan sebagai Gubernur Sulawesi Tengah — menyoroti dasar pertimbangan pembentukan kepengurusan. Ia menegaskan bahwa setiap nama yang tercantum dalam susunan pengurus telah melewati proses seleksi yang cermat, dengan tolok ukur utama berupa kepedulian nyata dan tanggung jawab dalam mengawal tata kelola pemerintahan di daerah masing-masing.

Ia juga menguraikan visi besar MIPI ke depan. “MIPI fokus pada kajian pemerintahan. Berbagai praktik terbaik pemerintahan, hasil penelitian, dan pengalaman para praktisi akan dihimpun menjadi referensi ilmiah yang dapat dibaca dan dipelajari oleh siapa saja. Tujuannya agar masyarakat dan pemerintah memiliki panduan tentang praktik pemerintahan yang baik dan benar,” tegasnya.

Joune Ganda pun merespons kepercayaan itu dengan visi yang tak kalah ambisius. Menurutnya, kekuatan utama MIPI terletak pada kemampuannya mempertemukan empat elemen strategis sekaligus: akademisi, praktisi, peneliti, dan pemerhati pemerintahan.

“Kombinasi empat unsur tersebut akan menjadi kekuatan besar dalam menghasilkan gagasan, penelitian, dan rekomendasi yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pemerintahan dan terwujudnya good governance,” ujarnya.

Kepengurusan DPW MIPI Sulawesi Utara periode ini juga dihuni oleh sejumlah tokoh dengan rekam jejak mumpuni. Dekan FISIP Unsrat Dr. Ferry Daud Liando, Direktur IPDN Sulut Dr. Arnold Poli, Staf Ahli Gubernur Sulut Dr. Magdalena Wullur, Franky Tintingon, serta Audy Pangemanan turut masuk dalam jajaran pengurus.
Catatan historis pun melekat pada pelantikan ini. Joune Ganda adalah kepala daerah pertama di Sulawesi Utara yang menyandang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan. Ferry Daud Liando tercatat sebagai Doktor pertama di Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unsrat sejak 2011. Sementara Anwar Hafid adalah gubernur ketiga yang menduduki posisi Ketua Umum MIPI, meneruskan tongkat estafet dari Bahtiar yang saat itu menjabat Dirjen Polpum Kemendagri sekaligus Pj. Gubernur Sulawesi Selatan.
MIPI sendiri merupakan organisasi profesi yang menyatukan akademisi, praktisi, birokrat, dan pemerhati dalam satu wadah pemikir (think-tank), yang berperan sebagai mitra strategis negara dalam mendorong lahirnya kebijakan dan pelayanan publik yang efektif. Organisasi ini dirintis oleh para tokoh pemerintahan, termasuk Prof. Dr. Ryas Rasyid, arsitek di balik lahirnya Undang-Undang Otonomi Daerah. (*)




Tinggalkan Balasan