Target Enam Bulan Dipercepat Jadi Tiga Bulan, Daniel Komenaung Genjot Keamanan Minut

Minut- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Minahasa Utara, Daniel Komenaung, mempercepat target penguatan keamanan dan ketertiban daerah dari enam bulan menjadi tiga bulan.

Target itu merupakan jawaban atas tantangan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, saat berkunjung ke Minahasa Utara beberapa waktu lalu. Daniel tidak memandang tantangan itu semata sebagai jalan meraih peluang kenaikan pangkat luar biasa, tetapi sebagai momentum membuktikan kinerja Satpol PP dalam memperkuat keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Kalau berbicara challenge ini, yang pasti kita bersyukur karena tidak semua orang diberikan kesempatan yang sama,” kata Daniel kepada redaksisulut.com, Kamis (1/10/2026).

Menurut Daniel, pekerjaan ini sudah punya modal awal yang kuat, karena sistem keamanan lingkungan (siskamling) telah berjalan di desa dan kelurahan di Minahasa Utara. Program tersebut bahkan sudah menjadi bagian dari pengalamannya saat masih menjabat Camat Kema.

Setelah dipercaya memimpin Satpol PP, Daniel ingin memastikan siskamling tidak berhenti sebagai program tingkat lingkungan, melainkan diperkuat lewat patroli dan koordinasi lintas pemerintahan. Satpol PP akan menjalin kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan agar keamanan lingkungan berjalan aktif.

“Berarti kan di sini kita akan melihat perbandingan. Perbandingan di sini sebelum dilaksanakan siskamling dan sesudah dilaksanakan siskamling,” ujarnya.

Bagi Daniel, keberhasilan program ini harus bisa diukur lewat kondisi nyata di lapangan. Salah satu indikatornya adalah perubahan jumlah gangguan keamanan, termasuk pencurian dan persoalan ketenteraman serta ketertiban umum lainnya. Ia menyebut siskamling sudah diterapkan di 131 desa dan kelurahan di Minahasa Utara.

“Kita sudah melaksanakan siskamling di tiap desa yang ada di Kabupaten Minahasa Utara. Ada 131 desa kelurahan kita sudah melaksanakan siskamling,” katanya.

Untuk menguatkan sistem yang sudah berjalan, Satpol PP membentuk tim patroli yang bergerak bersama pemerintah dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan. Patroli ini tidak hanya berorientasi pada penertiban, tetapi juga diarahkan membantu memastikan sistem keamanan lingkungan berjalan dan koordinasi antarpemerintah kian kuat.

“Kita akan membantu pemerintah desa, pemerintah kecamatan untuk melaksanakan patroli. Sehingga benar-benar terjadi kolaborasi di dalam pelaksanaan tugas antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pemerintah kelurahan dengan Satuan Polisi Pamong Praja,” tandasnya.

Dipercepatnya target menjadi tiga bulan menunjukkan bahwa Daniel memilih menjawab tantangan itu lewat kerja lapangan. Bagi mantan Camat Kema tersebut, ukuran pengabdian bukan sekadar penghargaan atas jabatan, melainkan kemampuan memastikan tugas pemerintahan berdampak nyata bagi keamanan dan ketertiban masyarakat Minahasa Utara.

Posted In :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *